Text
Hujan Warna-Warni
Tik tik tik, tes tes tes... wah hujan warna warni turun!
Kumbi-kumbi pun berlarian.
Ada yang masukl keNegara Kata. Mereka melihat penyair Rajarima tidak bisa menulis puisi ceria lagi. Kenapa ya?
Sebagian kumbi diajak Andi dan Bowo berkeliling kota Oncom. Bukan sembarang kota, melainkan kota yang sangat teratur. Serunya...
Nah, sepasang kumbi kembar memilih berteduh di rumah manusia. Mereka menjadi besaaaaar. Rumah pun berantakan di buatnya! Bagaimana ini? Sebentar lagi ibu pulang.
Ada pula yang terperangkap di mesin waktu. Katanya, pada 2150, air segar sudah langka di bumi. lalu bagaimana kita minum?
Yuk, kita ikuti petualangan mereka.
| e0711220007 | 813 FOR h | My Library (e-Book) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain