Text
Keke Panagian: cerita rakyat dari Sulawesi Utara
Di sebuah desa yang bernama Wanua Uner, hiduplah sepasang suami istri. Sang suami bernama Pontohroring dan sang istri bernama Mamalauan. Mereka sudah lama menikah, tetapi belum dikaruniai seorang anak pun. Mereka sudah semakin tua, tetapi tidak pernah berhenti berharap bahwa suatu saat nanti dikaruniai seorang anak.
“Bu, apa yang sedang kau kerjakan?” tanya Pontohroring kepada Mamalauan pada suatu sore.
“Ini coba lihat, aku sedang membuat baju untuk anak kita nanti. Dia pasti kelihatan cantik dengan baju ini,” jawab Mamalauan tanpa mengalihkan pandangan dari baju yang sedang dijahitnya.
“Memangnya, kau sudah tahu bahwa anak kita nantinya perempuan?”
“Aku punya firasat bahwa anak kita pasti perempuan, Pak. Akan tetapi, kalau anak kita nantinya laki-laki, aku akan menjahit baju untuk anak laki-laki juga.”
| e0711220113 | 398.2 WEW k | My Library (300) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain